Ambon, 19 November 2025 — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Pattimura Ambon merilis peringatan dini terkait potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Maluku. Informasi tersebut disampaikan pada Selasa (19/11/2025) melalui Sistem Peringatan Kebakaran Hutan dan Lahan (SPARTAN), yang secara berkala memantau tingkat kemudahan terbakar di berbagai wilayah.
Dalam pembaruannya, BMKG mencatat bahwa sebagian besar wilayah Maluku Gelay88 masih berada pada kategori aman (low) untuk potensi kebakaran, berdasarkan analisis tingkat kemudahan terbakar pada lapisan atas permukaan tanah. Meski demikian, sejumlah wilayah seperti Kabupaten Maluku Barat Daya dan Kepulauan Tanimbar menunjukkan indeks kerawanan pada kategori sedang (moderate), mengacu pada nilai Fine Fuel Moisture Code (FFMC) dan Duff Moisture Code (DMC).
Indeks penyebaran awal api (Initial Spread Index/ISI) serta Fire Weather Index (FWI) juga tercatat berada pada level rendah hingga sedang. Kondisi ini menandakan bahwa meskipun risiko belum memasuki tahap mengkhawatirkan, potensi terjadinya kebakaran tetap perlu diwaspadai, terutama pada wilayah dengan tingkat kerawanan moderat.
BMKG mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus memantau perkembangan kondisi cuaca serta meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas yang berpotensi memicu api, seperti pembakaran sampah, pembukaan lahan, maupun aktivitas di area hutan yang mudah terbakar.
“Peringatan ini dikeluarkan agar seluruh pihak dapat melakukan langkah mitigasi sejak dini dan mencegah terjadinya kebakaran yang berpotensi merugikan lingkungan maupun masyarakat,” demikian keterangan BMKG dalam rilisnya.
Informasi lebih lanjut terkait potensi kebakaran hutan dan lahan, termasuk pemantauan indeks kerawanan, dapat diakses melalui laman resmi BMKG, platform SPARTAN, serta kanal informasi Stasiun Meteorologi Pattimura Ambon.










Leave a Reply